Sabtu, 31 Januari 2015

Ega oh Ega

31 januari 2015.
Pagi diguyur hujan.
Langit ikut menangis.
Ega tidur sesuai dengan jamnya.
Namun bangun tak seperti waktu biasa.

Ega oh Ega.
Hari ini ega pindah rumah.
Tepat 8 bulan ega dirumah ini.
Meninggalkan acil dan nini.

Ega oh Ega.
Pertama kali tidur jauh dari kami.
Malam pertama tanpa ega.
Tak ada nyanyian dikamar sebelah.
Tak ada tawa dengan wajah kucing manis  dikamar sebelah.
Tak ada tangis dikamar sebelah.

Ega oh Ega.
Bayi kecil yang acil sayangi.
Yang acil jaga dari bayi
Yang acil sayang sampai mati.

Ega oh Ega.
Acil berharap penghuni kamar sebelah.
Penghuni baru, akan hidup damai.
Penghuni baru, akan membuat kami bahagia.

Selasa, 02 Desember 2014

Buruh

Ya.. pekerjaan ini namanya Buruh.
Memang mengandal tenaga yang banyak.
Menguras energi.

Mereka mencari rezki dari Tuhan.
Panas dan hujan mereka hadapi.
Kerasnya batu jalanan.
Debunya semen.
Musik dari batu dan cangkul.

Wahai penguasa.
Yang membayar kaum buruh.
Setiap haknya jangan direbut.
Buruh bekerja untuk semua keluarganya.
Tak upah tak ada makan.

Wahai penguasa.
Buruh adalah pekerja.
Yang dijual jasa bukan harga diri.
Buka untuk dicaci.
Mereka bekerja sekuat raga.
Namun mereka hanya manusia.
Bukan mesin pencipta.
Mereka bernyawa.
Apabila rasanyanya luka.
Maka mereka akan kecewa.

Sabtu, 15 November 2014

Kenangan yang tak Bertuan

Disekolah itu aku bermain.
Di atas titian papan sempit dan patah.
Rumput ilalang yang tinggi.
Udara yang sejuk.
Jelas sekali ini suasana desa.

Tapi ketika ku coba mengingat Tuan ini.
Aku tak tahu wajah aslinya.

Baju nenas warna warni.
Warna warninya bahkan sampai sekarang masih bisa ku ingat warnanya.
Padahal ini untuk terakhir kalinya.

Tapi ketika ku coba mengingat Tuan ini.
Aku tak tahu wajah aslinya.

Tidur di luar kamar,
dengan lampu tidur warna hijau.
Aku dirangkul dan di tepuk tepuk saat tidur.

Tapi ketika ku coba mengingat Tuan ini.
Aku tak tahu wajah aslinya.

Seandainya laki laki bertubuh tirus ini mengungkapkan wajahnya padaku.
Mungkin aku semakin sangat sayang kepadanya.
Maafkan aku yang tak mengenal mu lebih lama.

Minggu, 28 September 2014

Seonggok BEBAN

Aku tipe orang yang tidak suka dibebani.
Ketika ini itu ada di hadapan ku.
Rasanya ingin kuselesaikan.

Aku orang yang pemikir.
Sedikit masalah.
Aku mulai merisaukan kemungkinan yang terburuk.

Mungkin cara pikir ku salah.
Mungkin merasa slalu ingin jadi terbaik.

Tapi ada kalanya aku sadar.
Bahwa aku adalah pemalas.
Aku perlu istirahat, dalam desakan emosi ku ini.

Masalah dalam hidup sendiri saja bertumpuk.
Namun ada saja pengganggu.
Yang terus muncul.

Aku merasa dia beban.
Aku tak suka deringan telepon darinya.

Apa ini gejala traumatik sindrom?
Meskipun pernah baik, karna buruknya.
Aku tak suka.
Tak suka diganggu oleh dirinya.
Terasa diteror netizen.
Cukup q diamkan saja..
Hanya aku tidak ingin diganggu.
Apa aku ini egois?

Hai beban!
Jangan lah kam buat massa mu begitu besar.
Aku muak.
Sedikit sedikit menempel kepada ku.
Rasanya pundak ini tak kuat.

Ingin ku kecilkan.
Ku kecilkan engkau.
Seperti seonggok Beban.
Yang tak berarti.

Rabu, 04 Juni 2014

Do u now salah??

Memang kesalahan yang tak jelas datangnya, tak mungkin bisa diatasi.

Memang dari pihak kami yang salah.

Kami tak begitu tahu masalanya, tapi kami tetap menanggulangi.

Apa kami bodoh?
Tidak, kami hanya sebuah keluarga.

Jika satu terluka maka semuanya sakit.

Ini memang cuma suatu hubungan yang diciptakan oleh suatu pertalian.

Tapi kenapa saat satu yang salah, mau Anda buang? Heyyy..!

Kesalahan bukan untuk dilempar begitu saja.

Ketika gumpalan dosa itu kau tudingkan padanya.

Bukan kah itu lebih parah. Heh!

Lebih sakit.

Salah itu diperbaiki bersama.

Buka hanya enak lalu dirawat.

Setelah runtuh lalu di abaikan.

Bagi mu kami hanya keluarga yang tak berbuat apa-apa.

Just Look, not understand!!

We do everything, we can.

Kami membantunya lebih dari yang kau tahu.

Bahkan puing puing salahnya masih menusuk ke kami hingga bertahun-tahun.

Engkau malah tinggal di Istana di tengah hutan yang dibangun bersamanya.

Apa engkau tidak sadar itu uang dari mana??

Apa gaji mu cukup untuk membangunnya??

Apa bagus setiap salahnya, engkau tuding melulu??

Apa engkau malaikat yang tersakiti??

Bahkan di sini masih banyak lagi masalah yang lebih penting dari itu.

Masalah selalu seperti itu, pisah.. pisah dan pisah..

Koreksi diri?? Heyyy..heyyy..

Don't judge someone he just ever lie.
But,  you must know why someone to lie u?

Sabtu, 30 November 2013

Notes Drama

*Secret love
Mencoba tetap bersama pada orang yang telah pergi hatinya itu bukan cinta tapi sebuah obsesi.

Suatu rahasia yang dibicara kan, itu bukan rahasia lagi.

Ada Hal Yang lebih penting dari ingatan, yakni perasaan.

*It is okay that love
Orang yang paling banyak mencintai adalah orang yang lemah.
Tapi sebenarnya orang tersebut tidak bisa membebaskan hatinya, karena takut cinta tak terbalas seperti banyaknya dia mencintai.

Rasa sakit itu akan datang, tinggal, dan hilang begitu saja seperti halnya hidup.

Jika kamu tidak mencintai ku 100 persen, maka kita harus mengulangnya dari awal.

Seseorang yang baiknya seperti malaikat pun bisa menyakiti ku.

Lebih baik menjadi playboy yang punya arah ke barat,ke tenggara,dan betfokus pada sesuatu. Bukan seperti penyelingkuh.

Setiap ilusi punya kontradiksi

*Merriage not dating.
Kegelisahan adalah kekhawatiran hati.

Apa pentingnya baik jika cuma kau sendiri.

Rabu, 02 Oktober 2013

Cinta ku tutup PANCI

Cinta itu sepasang
Cinta itu memiliki
Cinta itu hangat
Cinta itu kuat
Cinta Ku tutup PANCI

Cinta itu tidak mendua, tapi setia
Cinta itu tidak harus memiliki, tapi harus memiliki
Cinta itu tidak dingin, tapi menghangati
Cinta itu tidak lunak, tapi harus kuat seperti besi
Cinta ku tutup PANCI